Silahkan Gabung Ke "Forum Berita Unik"

21 Juni 2012

Benarkah Taman Gantung Babylonia Pernah Ada ?

Babylon, ibukota dari babylonia, imperium kuno Mesopotamia merupakan sebuah kota yang terletak di dekat sungai Euphrates yang sekarang dikenal sebagai Irak selatan.
Berdasarkan sejarah, dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian. Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno sekitar tahun 1792 - 1750 SM.

Literature bangsa babylonia dibangun dengan sangat bagus dari reruntuhan yang berhasil ditemukan menunjukkan agama, sejarah dan ilmu pengetahuan sangat berkembang di kota ini.


Obat - obatan, kimia, alchemy, botany, matematika dan astronomi juga dipraktekkan. Agama dan tulisan kuno yang berbentuk cuneiform ini berasal dari kebudayaan Sumer yang lebih tua. Mereka juga mengembangkan bentuk abstrak dari tulisan berdasarkan symbol cuneiform (berbentuk baji). Tulisan ini ditulis di tanah lempung yang basah dan dibakar dibawah terik matahari.

Dongeng tentang penciptaan” 
Kisah bangsa babylonia ditulis dalam tujuh lembaran tanah liat dan ditampilkan serta dibacakan pada festival tahun baru di Iraq. Lembaran - lembaran ini mengisahkan tentang kesuksesan Kota Babylon, Marduk dan bagaimana Marduk bisa menjadi tuhan tertinggi, raja semua tuhan yang ada di surga dan bumi.

Bangsa Babylonia mempunyai sistem angka yang lebih maju dari yang kita miliki sekarang, dengan sistem posisi dasarnya 60. Mereka juga membuat tabel untuk membantu dalam proses perhitungan. Mereka membagi hari sama seperti yang sekarang kita lakukan, 24 jam dengan 60 menit untuk setiap jam dan setiap menit.
Kebiasaan bangsa Babylonia ini ikut mempengaruhi bangsa Assyria dan turut memberikan kontribusi terhadap sejarah Timur Tengah dan Eropa Barat dikemudian hari.

Babylonia mengalami kemerosotan dan jatuh kedalam anarki sekitar 1180 SM, tetapi kemudian tumbuh berkembang kembali sebagai Negara bagian dari imperium Assyria setelah abad ke 9 SM.

Kejayaan serta kemegahan Babylon menjadi terkenal dan melegenda sejak naik tahtanya Nebucadnedzar, yang dipercayai sebagai pendiri Taman Bergantung Babylonia.

Disebutkan bahwa taman itu dibangun oleh Nebucadnedzar untuk menghibur istrinya atau selirnya yang sangat gemar berada didaerah yang dikelilingi oleh pegunungan. Semenjak itulah taman gantung, satu dari tujuh keajaiban dunia diperkirakan ada.

Dalam literatur Babylonia, tidak ditemukan adanya tulisan sejarah tentang taman gantung, bahkan laporan yang sangat deskriptif berasal dari ahli sejarah bangsa Yunani. Dalam lembaran tanah liat yang berasal dari periode Nebucadnedzar, deskripsi tentang istananya, kota Babylon dan dindingnya, semua lengkap tetapi tidak ada satupun referensi yang ditemukan tentang taman gantung.

Sebagian ahli sejarah percaya bahwa legenda taman gantung hanyalah cerita campuran tentang taman dan pohon palm di Mesopotamia, istana Nebucadnedzar, the tower of Babel, dan ziggurats yang diceritakan oleh tentara Alexander ketika mereka kembali ke kampung halamannya.

Tower of Babel


Ziggurats
Pada abad ini, beberapa struktur yang diperkirakan adalah bagian dari taman gantung ditemukan. Para arkeolog sedang mengumpulkan bukti untuk mencapai kesimpulan tentang lokasi taman, sistem irigasinya, dan wujud aslinya.

Sumber dari bangsa Yunani menyebutkan bahwa taman gantung berbentuk kuadrangular, setiap sisi panjangnya 4 plethora, terdiri dari arched vaults di pondasinya. Taman ini mempunyai tumbuhan yang ditanam diatas permukaan tanah, dan akar dari tanaman ini melekat di teras bagian atas, bukan didalam bumi. Seluruh massanya didukung oleh colom batuan. Air dipompa ke atas dan dibiarkan mengalir menuruni lereng, mengairi tumbuh - tumbuhan.

Penggalian arkeologi terbaru berhasil menemukan pondasi dari istana Nebuchadnezzar. Penemuan lainnya yang mendukung adanya taman bergantung termasuk kolong bangunan dengan dinding yang tebal dan irigasi yang dekat dengan istana selatan.
Inilah sisa reruntuhan yang di klaim adalah  taman gantung 
 http://joseph_berrigan.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderpictures/zig2.jpg

Sekelompok arkeologi melakukan survey di selatan istana dan merekonstruksi kolong bangunan sebagai taman gantung. Ahli sejarah Yunani, Strabo, mengatakan bahwa taman bergantung terletak di sungai Euphrates.

Yang lainnya berpendapat bahwa lokasinya sangat jauh dari sungai Euphrates berdasarkan penemuan dari kolong bangunan yang terletak beberapa ratus yard dari sungai.

Sampai saat ini, legenda Taman gantung masih belum bisa dipastikan kebenarannya dan masih belum bisa dikatakan juga itu hanya dongeng belaka. Para arkeolog masih sedang berusaha mencari bukti peninggalan zaman Nebucadnedzar. 
Pada tahun 538 SM, pemimpin terakhir Babylonia menyerah kepada Cyrus Agung dari Persia. Dan ini adalah pertanda berakhirnya dinasti Chaldean dan Babylonia.
inilah beberapa gambar ilustrasi taman gantung.
 http://www.mimifroufrou.com/scentedsalamander/images/Hanging_Gardens_of_Babylon-thumb.jpg

http://www.bible-archaeology.info/images/Archae14.jpg 

http://patentpending.blogs.com/patent_pending_blog/images/babylon_hanging_gardens_1.jpg 

Artikel Lainnya



Belum ada komentar "Benarkah Taman Gantung Babylonia Pernah Ada ?"

Posting Komentar