Silahkan Gabung Ke "Forum Berita Unik"

29 Januari 2012

Ciptakan Parfum Dari Kotorannya Sendiri

Ciptakan Parfum dari kotorannya Sendiri
Ide Gila Seniman Inggris Jammie Nicholas

Di dunia parfum hampir semua bisa dijadikan ide untuk menciptakan aroma, mulai bunga hingga tembakau. Orang pun tak berhenti mencari ide aroma baru, semakin aneh bahannya semakin menarik orang untuk membelinya.
Namun yang dilakukan seniman asal London Inggris, Jammie Nicholas, sangat berbeda dan mungkin tak pernah dipikirkan orang sebelumnya. Ia menciptakan aroma baru dengan bahan dasar kotoran manusia.
Ia yakin telah menciptakan sesuatu yang unik dan yakin orang bakal menyukainnya. Terbukti dengan harga jual sekitar Rp. 700.000,- ia sudah menjual sedikitnya 25 botol.
Dalam sebuah wawancara dengan VICALAND.COM, Jammie mengungkapkan, ia mendapat ide gila itu setelah membaca buku THE HISTORY OF SHIT karya Dominique Laporte yang menganalisa implikasi teroris dan sosial feses (kotoran manusia) serta perannya sabagai bahan kosmetik. Buku itu mengungkapkan bahwa bau harum bisa menjadi bau busuk. “Jadi, saya pun memikirkan kebalikannya, bau busuk bisa menjadi harum,” kata Jammie.
Lalu, setelah melakukan sejumlah riset dan berdiskusi dengan sejumlah ahli parfum dan ilmuwan, ia mendapatkan pengetahuan bahwa ada molekul yang umum, yang terkandung baik di dalam bau busuk maupun bau harum, Cuma berbeda konsentrasinya.
Ia lalu mengambil contoh, bahwa feses dan bunga putih seperti juniper terbuat dari molekul Skatol. Ia juga menemukan bahwa banyak perusahaan makanan menggunakan zat-zat yang diambil dari cairan dubur musang atau ambergis yang dihasilkan dari sperma paus yang membantu.
Soal pabrik, Jammie tak membutuhkan ruang yang luas. Dari proses awal hingga tuntas ia menggunakan flat yang selama ini ia tinggali.
Selama membuat parfum itu, seluruh jendela flatnya dibiarkan terbuka, agar segala bau busuk segera pergi. Itu pun ia masih harus menggunakan penutup hidung.
Tahap demi tahap dilaluinya dengan cukup cepat. Ia hanya membutuhkan waktu sepekan untuk mengekstrak minyak esensial dan kotorannya sendiri. Lalu, dengan waktu yang lebih lama, ia memasang alat-alat destilisasi dan mencampur formula gila itu.
Dari proses itu, Jammie menghasilkan 85 botol parfum feses yang masing-masing berisi 60 mm. Sejauh ini sudah 25 botol terjual. Ia beberapa kali memamerkan produk Surplus itu dalam sejumlah acara pameran seni.
Bagaimana dengan baunya ? Jammie mengaku, hanya menggunakan parfum itu untuk acara-acara khusus. Sedangkan para pengguna lain mengakui aroma Surplus itu cukup menawan.
Soal mengapa diberi nama Surplus, Jammie mengatakan, nama itu sangat cocok dengan konsepnya yang kontroversial.
“Saya tidak ingin menjadi seperti orang lain dan menerjemahkan begitu saja sesuatu dalam bahas inggris menjadi Prancis hanya agar terdengar glamour. “Surplus punya arti yang sama dalam kedua bahasa itu, yang menegasikan konotasi romantis bahasa Prancis,” kata Jammie.
 

Artikel Lainnya



Belum ada komentar "Ciptakan Parfum Dari Kotorannya Sendiri"

Poskan Komentar